Aduan kandungan menjadi perhatian dalam kabar terbaru ini. Suruhanjaya Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) menerima sebanyak 29 aduan berkaitan kandungan dalam talian sepanjang h Pilihan Raya Negeri (PRN) Johor Ke-16. Laporan mencatatkan h pengumpulan aduan bermula 1 Jun hingga 9 Julai lalu, saat kempen dan proses pengundian berlangsung.

Jenis aduan yang diterima bervariasi penyebaran berita palsu, ucapan kebencian berunsur 3R (agama, kaum dan institusi diraja), serta kes penipuan di platform media sosial. Informasi ini disampaikan oleh Timbalan Menteri Komunikasi, Teo Nie Ching, ketika ditemui selepas menunaikan tanggungjawab mengundi bagi Dewan Undangan Negeri (DUN) Bukit Permai di Sekolah Jenis Kebangsaan Cina (SJKC) Kulai Besar.
Rincian aduan yang diterima
Teo Nie Ching merinci jumlah aduan yang masuk sepanjang h PRN tersebut. “Daripada keseluruhan aduan yang diterima, 17 membabitkan penyebaran berita palsu manakala 12 lagi berkaitan ucapan kebencian berunsur 3R.” Pernyataan itu menunjukkan mayoritas aduan berkisar pada informasi salah dan ujaran kebencian yang berpotensi mengganggu keharmonian masyarakat.
Selain kedua kategori utama tersebut, pihaknya juga mencatat satu kes penipuan. “Selain itu, satu kes melibatkan penipuan termasuk penggunaan akaun palsu dan penyamaran.” Kasus semacam ini biasanya melibatkan identitas palsu atau penyamaran untuk menipu pengguna lain, dan kerap menjadi medium penyebaran kandungan yang menyesatkan.
Tindakan MCMC dan rujukan kepada platform
Menjawab aduan-aduan berkenaan, Teo Nie Ching menyampaikan bahwa setiap laporan telah ditindaklanjuti melalui saluran yang tersedia. “Semua aduan berkenaan telah disalurkan kepada platform media sosial untuk tindakan lanjut mengikut prosedur yang ditetapkan,” katanya. Proses ini umumnya melibatkan penilaian oleh platform terkait dan penerapan langkah seperti penghapusan konten, penandaan, atau penangguhan akun bila perlu.
Langkah tersebut menandakan adanya koordinasi pengadu, badan pengawas komunikasi, dan pengendali platform untuk merespons isu kandungan dalam talian. Namun, keputusan akhir atas tindakan biasanya bergantung pada polisi dan prosedur masing-masing penyedia platform media sosial.
Imbauan kepada masyarakat dan pengguna media sosial
Di luar aspek penanganan teknis, Teo Nie Ching mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan maklumat. Ia menekankan pentingnya menyemak kesahihan sebelum berkongsi agar tidak memperbesar penyebaran berita palsu atau konten berunsur kebencian yang bisa merusak keharmonian masyarakat.
Peringatan serupa kerap diulang ketika h pilihan raya, karena suasana politik yang memanas meningkatkan risiko viralnya informasi salah. Dengan adanya laporan dan tindakan selanjutnya ke platform, diharapkan kadar penyebaran konten berbahaya dapat dikendalikan, namun peran pengguna tetap krusial.
Catatan jumlah aduan ini memberi gambaran tentang tantangan pengelolaan informasi pada era digital, terutama saat momen krusial seperti pilihan raya negeri. Pengawasan oleh lembaga berwenang sekaligus kesadaran publik menjadi dua unsur penting untuk menjaga arus informasi tetap akurat dan tidak mengganggu ketenteraman awam.
