Seorang warga emas berusia 92 tahun menjadi salah satu pemilih pertama yang keluar memberi suara pada Pilihan Raya Negeri (PRN) Negeri Sembilan ke-16 di DUN Chennah, hari ini. Kehadirannya bersama istri yang berusia 86 tahun mendapat perhatian karena semangat dan rasa syukur keduanya bisa menjalankan tanggung jawab sebagai pemilih. Daud Johan dan istrinya, Besar Md Sahat, tiba sekitar pukul 09.50 pagi di pusat pengundian Sekolah Menengah Kebangsaan Teriang Hilir, Simpang Durian. Mereka datang ditemani beberapa anak dan cucu yang juga menggunakan hak pilih di lokasi tersebut.
Kesungguhan menunaikan kewajiban
Daud, pensiunan Jabatan Ukur dan Pemetaan Malaysia (sebelumnya Jabatan Ukur), mengatakan bahwa meski usianya lanjut ia tetap ingin memberi contoh kepada keluarga. Ia menyampaikan rasa bersyukur atas kesempatan untuk datang mengundi. “Alhamdulillah, saya bersyukurlah. Allah panjangkan umur, dapatlah saya dan isteri keluar mengundi pada hari ini. Saya dan isteri memang sejak dulu mengundi apabila ada pilihan raya, itu tanggungjawab kita sebagai rakyat, kepada anak cucu pun saya pesan perkara yang sama.” Pasangan itu mengakui kondisi fisik kini tidak sekuat dulu, sehingga mereka perlu bantuan tongkat dan pendampingan keluarga saat menuju bilik suara. Meski demikian, kehadiran anak-anak dan cucu—termasuk yang biasanya bekerja di Kuala Lumpur—membuat proses mengundi terasa mudah dan bermakna. “Sekarang nak berjalan jauh dah tak kuat macam dulu dan perlu guna tongkat, tetapi alhamdulillah, anak-anak dan cucu ada yang balik, merekalah yang bawa kami mengundi hari ni. Walaupun ramai anak yang bekerja di Kuala Lumpur, mereka masih kekal mengundi di sini, seronok sangatlah apabila mereka pulang ke kampung,” ujar Daud.
Latar belakang keluarga dan kehidupan
Keduanya berasal dari Ramuan China Kechil dan Paya Rumput, Melaka, dan sempat merantau ke beberapa negeri seperti Kelantan dan Kedah karena tuntutan tugas. Pasangan ini akhirnya memilih menetap di Negeri Sembilan sejak 1963. Keluarga mereka besar: memiliki 10 anak, sekitar 40 cucu, dan lebih dari 30 cicit. Menikah pada 1954, mereka telah menjalani hidup berumah tangga selama 72 tahun. Salah satu cucu, Erda Khursyiah Basir, 40, mengatakan datuk dan neneknya tetap mengikuti perkembangan semasa dan menunjukkan ingatan yang kuat meski ada keterbatasan pendengaran. “Walaupun datuk sudah berusia 92 tahun, ingatannya masih kuat. Selalu tengok berita di televisyen meskipun pendengarannya kini sedikit merosot. Jika kita cakap dengan dia mengenai sesuatu, dia akan ingat, malah akan ingatkan kita semula jika perkara itu melibatkan tarikh tertentu. “Wan pun sama, malah masih aktif bercucuk tanam sayur-sayuran di laman rumah, pendek kata dia tak betah duduk diam. Alhamdulillah, Allah kurniakan mereka berdua kesihatan yang baik dan umur yang panjang. Sakit-sakit orang tua itu ada, tetapi yang kronik alhamdulillah tiada,” katanya.
Situasi politik di DUN Chennah
Kontestasi di DUN Chennah berlangsung satu lawan satu calon dari Pakatan Harapan dan Barisan Nasional. Calon Pakatan Harapan adalah Anthony Loke, yang juga menjabat sebagai Setiausaha Agung DAP dan Menteri Pengangkutan, sedangkan Barisan Nasional menempatkan Siow Kong Choon. Kisah keluarga Daud dan Besar menyoroti semangat warga lanjut usia untuk tetap ikut serta dalam proses demokrasi, meski tantangan fisik ada. Kehadiran anggota keluarga yang membantu dan dukungan antargenerasi menjadi faktor penting agar mereka dapat menunaikan hak pilih pada hari pemungutan suara. Kedua pasangan kemudian menyelesaikan proses pengundian dan meninggalkan lokasi bersama keluarga, membawa pulang pengalaman berharga tentang partisipasi warga lanjut usia dalam demokrasi lokal.
