SHAH ALAM — Institute of Technical Education (ITE) Singapura menyatakan keterbukaan terhadap usulan menjalin program kerjasama teknikal bersama Kolej Teknologi Termaju Jabatan Tenaga Manusia (ADTEC JTM) di bawah Kementerian Sumber Manusia (KESUMA). Menteri Sumber Manusia, Datuk Seri Ramanan Ramakrishnan, mengungkapkan bahwa cadangan itu diajukan saat kunjungannya ke ITE Singapura sebagai bagian dari upaya memperluas jaringan strategis internasional dalam Pendidikan dan Latihan Teknikal dan Vokasional (TVET). Fokus utama dari pembicaraan adalah menjajaki bentuk kerja sama yang konkret dan memberi manfaat langsung bagi pelajar serta institusi pelatihan.
Tawaran awal dan hasil pembicaraan
Pembicaraan delegasi KESUMA dan ITE Singapura menerima respons positif, menurut Ramanan. Sikap terbuka pihak Singapura membuka kesempatan bagi kedua institusi untuk menguraikan ruang lingkup kerja sama, termasuk peluang pertukaran pelajar serta kolaborasi berbagi pengetahuan dan prinsip praktik terbaik dalam pelatihan teknikal. “Hasrat saya adalah untuk melihat pelajar ADTEC JTM mendapat pendedahan yang lebih luas menerusi program ini.” Ramanan menegaskan harapannya agar program ini tidak hanya bersifat simbolis, melainkan benar-benar meningkatkan kualitas pengalaman belajar dan kompetensi mahasiswa ADTEC JTM. Selain itu, Ramanan menekankan bahwa diskusi tidak terbatas pada mekanisme pertukaran siswa. “Ini bukan sekadar mengenai pertukaran pelajar, tetapi bagaimana kita boleh menggunakan kerjasama ini untuk memperkukuh institusi TVET kita, meningkatkan pendedahan bangsa dan memastikan latihan yang diberikan sentiasa selari dengan perkembangan teknologi serta keperluan industri,” katanya.
Siapa yang terlibat dalam delegasi
Delegasi ITE Singapura yang hadir lain Timbalan Ketua Pegawai Eksekutif ITE, Dr Goh Mong Song; Pengarah Sekolah Perniagaan dan Perkhidmatan, ITE Kolej, Tan Wee Kiang; Penolong Pengarah Pejabat bangsa, Bahagian Hal Ehwal Korporat dan Pembangunan, Jenn Tan; serta Eksekutif Kanan Pejabat bangsa, Bahagian Hal Ehwal Korporat dan Pembangunan, Carol Lim. Kehadiran delegasi ini mencerminkan pendekatan formal dan kesungguhan pihak ITE untuk mengeksplorasi komponen teknis dan operasional kerja sama.
Manfaat bagi pelajar dan penyesuaian kurikulum
Ramanan berpendapat kerja sama tersebut berpotensi memberi pelajar pemahaman tentang pendekatan pelatihan teknikal di lingkungan berbeda, sekaligus membantu mereka memperluas jaringan profesional dan bertukar pengalaman dengan rekan dari negara tetangga. Dalam komentarnya, Ramanan menyoroti pentingnya responsif terhadap perubahan cepat di dunia kerja. “Kita mahu ADTEC JTM terus bergerak ke hadapan.” Ia menambahkan bahwa TVET harus lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan industri saat ini: “TVET tidak boleh hanya menyediakan tenaga kerja untuk memenuhi keperluan industri hari ini, tetapi mesti mampu melahirkan tenaga mahir yang bersedia untuk memenuhi keperluan industri masa hadapan.” Dengan kata lain, kurikulum dan metode pengajaran perlu terus diperbarui agar sejalan dengan kemajuan teknologi, automasi, dan kecerdasan buatan. “Justeru, kerjasama strategik seperti ini penting supaya kita dapat berkongsi kepakaran, mempelajari amalan terbaik dan seterusnya membawa pulang pengetahuan tersebut untuk memperkukuh ekosistem TVET negara,” tambah Ramanan, menekankan aspek transfer ilmu dan adaptasi praktik global ke konteks lokal.
Langkah selanjutnya
Ramanan menyatakan bahawa KESUMA akan melakukan tindakan susulan bersama pihak berkaitan untuk memperincikan mekanisme dan skop program sebelum kerja sama itu dapat direalisasikan. Tahapan berikutnya diperkirakan mencakup pembahasan teknis mengenai struktur program, kriteria partisipasi pelajar, dan bentuk pertukaran pengetahuan antar-tenaga pengajar. Pembicaraan ini menandai langkah awal dalam upaya mempererat hubungan pelatihan teknikal antarnegara di kawasan, dengan tujuan meningkatkan daya saing lulusan TVET serta menyiapkan mereka menghadapi transformasi industri. Keseriusan kedua belah pihak dalam mengupayakan kerja sama memberi sinyal potensi perkembangan program yang lebih terstruktur, yang harapannya akan membawa manfaat jangka panjang bagi institusi, pelajar, dan ekosistem tenaga kerja teknikal di tingkat nasional.
