Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim mengingatkan masyarakat agar tidak membiarkan perbedaan suku, agama, dan budaya dimanfaatkan untuk memecahbelah bangsa. Pada acara peluncuran Bulan Kebangsaan dan Kibar Jalur Gemilang 2026, ia menekankan bahwa perpaduan kaum harus menjadi basis perjuangan bersama.

Pidato tersebut disampaikan di Institut Latihan Kementerian Kesihatan Malaysia Sultan Azlan Shah (ILKKM SAS) di Ipoh pada hari Minggu. Hadir sama Menteri Besar Perak Datuk Seri Saarani Mohamad dan Menteri Komunikasi Datuk Seri Fahmi Fadzil.
Pesan utama pada pelancaran Bulan Kebangsaan
Anwar membuka ucapannya dengan menegaskan sejarah kemerdekaan sebagai hasil keterlibatan semua kaum, dengan orang Melayu sebagai tulang punggung kekuatan. Ia mengajak warga untuk mengutamakan perbincangan yang membangun martabat dan derajat rakyat serta negara, bukan mempersoalkan perbedaan fisik yang memecah belah.
Dalam pidatonya, Perdana Menteri menegaskan, “Tidaklah mungkin kemerdekaan itu dicapai tanpa bersama kaum Cina, India serta kaum-kaum lain termasuk di Sabah dan Sarawak.” Ia menekankan bahwa mengambil semangat kebersamaan ini menjelaskan mengapa negara telah mencapai kemerdekaan—sekitar hampir 70 tahun untuk Tanah Melayu dan 60 tahun bersama Sabah dan Sarawak—tanpa harus merendahkan perbedaan.
Konsep ‘Bersekutu Bertambah Mutu’ dan nilai Madani
Anwar mengingatkan kembali prinsip yang diperkenalkan oleh Perdana Menteri pertama, Tunku Abdul Rahman Putra Alhaj, yaitu ‘Bersekutu Bertambah Mutu’. Menurutnya, prinsip itu selaras dengan gagasan “unity in diversity” yang menempatkan keberagaman sebagai kekuatan negara.
Ia juga mengaitkan prinsip tersebut dengan kerangka pemerintahan Madani, yang menambahkan dimensi nilai dalam pembangunan negara. Dalam konteks itu, Anwar menyatakan bahwa persatuan harus diarahkan untuk meningkatkan mutu kehidupan bangsa, bukan untuk kepentingan korupsi atau penghisapan sumber daya publik.
Dalam kalimat yang mengingatkan tanggung jawab pemerintahan terhadap rakyat, ia menegaskan, “Kita bersatu untuk menambahkan mutu kehidupan bangsa, bukannya bersatu untuk merompak, mencuri balak dan harta rakyat.” Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya etika dan integritas dalam pengelolaan kekayaan negara.
Prioritas kemerdekaan: pembangunan dan kesejahteraan
Anwar menyatakan bahwa makna kemerdekaan saat ini harus difokuskan pada agenda pembangunan — termasuk teknologi, ekonomi, dan perlindungan sosial. Sebagai Ahli Parlimen Tambun, ia menekankan bahwa tujuan bersama adalah memastikan kekayaan negara dapat dibagi secara adil demi kesejahteraan seluruh rakyat.
Lebih jauh, ia mengajak generasi sekarang tidak sekadar mengibarkan simbol kebangsaan, tetapi juga memahami perjuangan pendahulu. “Bukan sekadar mengibarkan Jalur Gemilang, tetapi mengibarnya dengan rasa megah sebagai generasi yang memahami keringat nenek moyang lalu dan beriltizam membina masa depan negara,” katanya, memadukan seruan kebanggaan nasional dengan komitmen membangun masa depan.
Acara pelancaran Bulan Kebangsaan dan Kibar Jalur Gemilang 2026 di ILKKM SAS menjadi momen untuk menegaskan kembali pesan persatuan serta menyoroti agenda pembangunan yang dinilai perlu mendapat perhatian bersama. Anwar menutup pesannya dengan ajakan agar nilai-nilai kebersamaan menjadi pijakan dalam menghadapi tantangan negara ke depan.
