Bantuan ketenteraan israel menjadi perhatian dalam kabar terbaru ini. Senator Bernie Sanders mengecam tindakan pemerintah Amerika Syarikat yang dinilai bersubahat dengan krisis kemanusiaan di Gaza melalui pemberian bantuan ketenteraan. Dalam pernyataannya di platform X pada 26 Juli 2026, Sanders menyoroti aliran puluhan bilion dolar bantuan kewangan dan ketenteraan yang menurutnya terus mengalir ke Israel.

Sanders menegaskan bahwa dukungan militer AS membuat negara itu ikut bertanggung jawab terhadap kondisi yang dialami penduduk Gaza, dan ia menyerukan penghentian bantuan tersebut oleh Kongres. Fokus pada “bantuan ketenteraan Israel” menjadi inti pernyataan politiknya yang memantik perdebatan publik di Amerika Serikat.
Kecaman langsung dari Sanders
Dalam unggahan yang memuat kritik tajam terhadap kebijakan AS, Sanders menuduh adanya keterlibatan langsung Amerika Syarikat dalam apa yang ia sebut sebagai pelanggaran berulang oleh Israel terhadap hukum internasional. Ia menyampaikan beberapa pernyataan keras, lain:
“Fakta yang memalukan ialah Amerika Syarikat bersubahat dalam semua perkara yang berlaku di Gaza.”
Sanders juga menyitir jumlah dana yang menurutnya menguatkan kemampuan militer Israel, serta menilai pemimpin Israel sebagai pihak yang melanggar hukum internasional: “Kita telah menyalurkan berbilion-bilion dolar bantuan ketenteraan kepada kerajaan Israel yang secara konsisten melanggar undang-undang bangsa dan pemimpinnya adalah seorang penjenayah perang,” kata Sanders.
Gambaran situasi Gaza menurut pernyataan Sanders
Sanders menggambarkan kondisi di lapangan yang menurutnya masih sangat mengkhawatirkan meski ada klaim gencatan senjata beberapa bulan lalu. Ia menyebut bahwa tentera Israel kini menguasai sekitar 70 persen wilayah Gaza dan telah mendirikan puluhan pos kawalan baru sejak pengumuman gencatan senjata sembilan bulan lalu.
Selain itu, Sanders menyoroti dampak kerusakan infrastruktur di Gaza. Ia mengutip angka bahwa 92 persen unit kediaman di wilayah itu dilaporkan rusak atau musnah sepenuhnya. Kondisi kesehatan anak-anak juga menjadi sorotan, dengan ancaman penyakit dan kebuluran yang terus berlanjut.
Seruan politik dan tekanan publik
Lebih jauh, Sanders menyatakan bahwa kesadaran publik di Amerika Serikat mulai meningkat terkait peran negara dalam krisis tersebut. Menurutnya, permintaan untuk menghentikan bantuan ketenteraan kepada Israel datang dari berbagai kelompok politik, baik Demokrat, n, maupun pemilih independen.
Ia menuntut agar wakil rakyat di Kongres mendengarkan suara warga, dengan tegas menyampaikan pesan berikut: “Berita baiknya ialah rakyat Amerika mula menyedari perkara ini. Lebih ramai rakyat Amerika sama ada daripada kelompok Demokrat, n mahupun Bebas kini menuntut agar kita menghentikan semua bantuan ketenteraan kepada Israel. Kongres mesti mendengar suara rakyat Amerika. TIADA LAGI BANTUAN KETENTERAAN AS KEPADA ISRAEL,” tegas Sanders.
Respons dan dampak yang mungkin timbul
Pernyataan Sanders menempatkan isu bantuan militer ke Israel kembali ke panggung perdebatan nasional di AS, terutama menjelang diskusi kebijakan luar negeri yang melibatkan anggaran bantuan. Seruan ini diprediksi akan memicu perdebatan politik di Kongres dan perhatian dari berbagai pihak di dalam negeri.
Sementara itu, pernyataan yang disampaikan Sanders juga menegaskan tekanan moral dan politik terhadap kebijakan bantuan luar negeri AS yang berfokus pada keamanan regional. Bagaimanapun, perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada dinamika politik di Kongres dan respons publik terhadap seruan penghentian aliran dana militer.
Unggahan Sanders di platform X pada 26 Juli 2026 menandai salah satu momen penting di mana seorang senator terkemuka menyuarakan kecaman terbuka atas peran AS dalam konflik yang berdampak pada jutaan warga sipil di Gaza. Pernyataan-pernyataan tersebut diperkirakan akan terus menjadi bahan perdebatan di arena politik selama minggu-minggu mendatang.
