Anggota DPR Bambang Soesatyo menyampaikan peringatan terkait pentingnya independensi Bank Indonesia. Menurutnya, menjaga independensi lembaga itu penting agar kebijakan moneter dapat fokus pada stabilitas ekonomi tanpa terpengaruh kepentingan jangka pendek yang bisa memperburuk kondisi nasional.

Bambang Soesatyo, yang tercatat sebagai Anggota DPR/Ketua MPR ke-15/Ketua DPR ke-20/Ketua Komisi III DPR RI ke-7/Dosen Pascasarjana (S3) Ilmu Hukum Universitas Borobudur, Universitas Jayabaya dan Universitas Pertahanan (Unhan), juga menyoroti beban yang sedang dihadapi sektor riil. Ia mengingatkan agar kebijakan dan wacana publik tidak menambah tekanan yang sudah berat pada sektor ini.
Pentingnya independensi Bank sentral
Bamsoet menegaskan bahwa independensi Bank Indonesia harus dipertahankan agar kebijakan moneter tetap kredibel dan efektif. Ketika bank sentral dapat bekerja berdasarkan mandat stabilitas harga serta menjaga value perekonomian tanpa interferensi politik, risikonya terhadap eskalasi masalah ekonomi dapat diminimalkan.
Dalam pandangannya, intervensi yang mengganggu independensi Bank Indonesia berpotensi menimbulkan ketidakpastian bagi pelaku ekonomi dan investor. Ketidakpastian seperti ini biasanya berdampak luas, termasuk pada biaya pembiayaan, nilai tukar, dan sentimen pasar—faktor-faktor yang pada akhirnya menyentuh sektor produksi dan lapangan kerja.
Tekanan pada sektor riil perlu perhatian khusus
Selain menyoroti peran bank sentral, Bambang Soesatyo menggarisbawahi kondisi sektor riil yang sedang mengalami tekanan berat. Ia meminta agar setiap kebijakan tambahan dipertimbangkan dampaknya terhadap dunia usaha dan masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada aktivitas ekonomi riil.
Menurutnya, langkah-langkah yang memicu ketidakstabilan ekonomi makro atau mengurangi kepercayaan pelaku usaha justru akan memperparah situasi sektor riil. Oleh sebab itu, kebijakan fiskal dan moneter perlu dikoordinasikan dengan hati-hati tanpa mengorbankan independensi institusi yang bertugas menjaga stabilitas moneter.
Seruan kehati-hatian dalam pengambilan kebijakan
Bamsoet mengimbau agar pembuat kebijakan berhati-hati dalam merumuskan langkah yang bisa mempengaruhi peran Bank Indonesia. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang seimbang upaya pemulihan ekonomi dan penghormatan terhadap mandat bank sentral.
Imbauan ini juga menyasar aktor publik lainnya, agar tidak menambah beban sektor riil melalui kebijakan atau wacana yang tidak terukur. Dukungan yang tepat kepada sektor usaha—baik skala besar maupun usaha mikro dan kecil—dinilai krusial agar pemulihan ekonomi berjalan lebih merata dan berkelanjutan.
Pesan yang disampaikan Bambang Soesatyo menegaskan dua hal utama: pentingnya independensi Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas makroekonomi, dan kebutuhan perhatian ekstra terhadap sektor riil yang sedang menghadapi kondisi sulit. Ia mengajak semua pihak untuk menahan diri dari langkah yang dapat mengganggu kedua tujuan tersebut demi kepentingan bangsa dan negara.
