SEGAMAT — Techlympics 2026 menghadirkan persaingan sengit ketika sebanyak 2,300 pelajar dari 135 sekolah dan institusi pengajian tinggi (IPT) di Johor dan Melaka bertarung untuk memperebutkan tiket ke peringkat final. Pertandingan ini menonjolkan cabaran berbasis kecerdasan buatan (AI), robotik, dron, kejuruteraan, dan inovasi sebagai daya tarik utama.

Acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Sains, Teknologi dan Inovasi (Mosti) berlangsung selama dua hari di Tunku, dan mengumpulkan pelajar dari berbagai latar belakang pendidikan. Skala peserta dan ragam cabaran menunjukkan minat yang kuat terhadap bidang sains dan teknologi di kalangan pelajar sekolah serta mahasiswa di wilayah selatan.
## Skala partisipasi dan representasi wilayah
Jumlah peserta mencapai 2,300 orang, mewakili 135 sekolah serta institusi pengajian tinggi dari dua negeri, Johor dan Melaka. Angka ini menggambarkan keterlibatan luas dari komunitas pendidikan setempat, baik di tingkat sekolah menengah maupun perguruan tinggi. Hadirnya berbagai institusi membuat perlombaan zon selatan ini menjadi arena pertemuan bagi talenta muda yang mengincar tempat di babak final.
Keterlibatan peserta dari dua negeri berbeda juga memperlihatkan karakter regional kompetisi, di mana sekolah dan IPT saling beradu kemampuan dalam serangkaian cabaran teknikal dan inovatif. Meskipun detail hasil dan pemenang tidak disertakan, fokus pada persaingan untuk tiket final tetap menjadi poin utama yang mendorong intensitas acara.
## Ragam cabaran dan fokus teknologi
Cabang lomba yang menjadi perhatian meliputi kecerdasan buatan (AI), robotik, dron, kejuruteraan, serta inovasi. Kelima area tersebut menjadi magnet bagi peserta dan penonton, menandai pergeseran minat ke arah kompetensi teknis dan kreativitas rekayasa.
Setiap cabang menawarkan tantangan berbeda yang menuntut kombinasi pengetahuan teoretis dan keterampilan praktik. Keberadaan kategori seperti AI dan robotik mengindikasikan bahwa kompetisi tidak hanya menilai kemampuan mekanis, tetapi juga pemahaman terhadap pemrograman, pengendalian, dan solusi berbasis algoritma. Sementara itu, kategori dron dan kejuruteraan menekankan aspek desain, penerapan teknologi, dan kemampuan teknis lapangan.
## Peran penyelenggara dan format acara
Pertandingan ini diinisiasi oleh Kementerian Sains, Teknologi dan Inovasi (Mosti) sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Malaysia Techlympics 2026 Peringkat Zon Selatan. Format acara digelar selama dua hari, memberikan ruang bagi berbagai sesi perlombaan dan pengujian yang secara serentak melibatkan banyak peserta.
Kehadiran peserta dalam jumlah besar menunjukkan upaya berkelanjutan untuk memperkenalkan dan memupuk minat siswa terhadap STEM (sains, teknologi, teknik, dan matematika). Dengan rentang cabang yang luas, acara ini berpotensi menjadi platform bagi pelajar menunjukkan keterampilan teknis sekaligus kreativitas inovatif mereka.
Kendati rincian tentang pemenang atau jadwal final tidak disampaikan, suasana kompetitif untuk merebut tiket ke babak berikutnya menjadi benang merah yang terlihat sepanjang kegiatan. Para peserta berlomba menghadirkan solusi dan performa terbaik guna melangkah ke tahap selanjutnya.
Techlympics 2026 Peringkat Zon Selatan di Segamat ini menegaskan bahwa minat terhadap bidang teknologi di kalangan generasi muda di Johor dan Melaka tetap tinggi. Acara dua hari yang diorganisir oleh Mosti tersebut memberi ruang bagi talenta baru untuk tampil dan bersaing di panggung teknologi regional, sambil menyorot peran pendidikan teknis dalam mempersiapkan generasi penerus.
Acara berakhir setelah dua hari kompetisi, dengan peserta dan penyelenggara menutup kegiatan zon selatan yang dipenuhi aksi dan inovasi. Peserta kini menunggu pengumuman lanjutan terkait siapa saja yang berhasil meraih tiket ke peringkat final.
